Kembali ke Posisi Masing-masing feast lyrics

Kembali ke Posisi Masing-masing Feast lyrics

Lirik Lagu Feast Kembali ke Posisi Masing-masing

Lagu “Kembali ke Posisi Masing-Masing” dari Feast dirilis pada 28 Januari 2022 sebagai bagian dari album mereka yang berjudul Kembali ke Posisi Masing-Masing. Dalam ulasan ini, kita akan menggali pesan utama yang ingin disampaikan oleh band melalui lirik-liriknya.

Lagu ini mengandung tema tentang perjalanan emosional yang penuh dengan kesadaran diri dan penerimaan terhadap kenyataan hidup. Liriknya mencerminkan proses berpikir seseorang yang mencoba untuk kembali ke tempat yang seharusnya, baik itu dalam hubungan pribadi atau dalam konteks kehidupan secara umum. Ada semacam seruan untuk tidak terlalu larut dalam keadaan atau perasaan yang sedang dialami dan untuk kembali ke posisi awal, di mana semuanya bisa dimulai dengan lebih jernih.

Pesan yang kuat dalam lagu ini adalah tentang pentingnya melepaskan beban masa lalu dan menerima diri apa adanya, tanpa mencoba untuk mengubah hal-hal yang sudah terjadi. Dalam kesederhanaannya, lirik ini seolah mengajak pendengarnya untuk tidak terus-menerus berusaha melawan atau menghindar dari kenyataan, melainkan untuk menemukan kedamaian dengan apa yang sudah ada.

Lirik lagu ini sangat relevan bagi banyak orang yang sedang mencari arah dalam hidup, terutama mereka yang merasa terjebak dalam keadaan atau keputusan yang salah. Lagu ini memberikan dorongan untuk bangkit dan kembali ke posisi masing-masing, tanpa merasa tertekan atau terperangkap.

Bila Anda tertarik untuk lebih menggali makna dari lagu ini, sangat dianjurkan untuk mendengarkannya sambil mencermati setiap kata yang ada, karena pesan yang disampaikan sangat dalam dan bisa memberikan wawasan baru bagi siapa saja yang sedang menghadapi tantangan dalam hidup.

See also  Tentram - Lirik Ost Mangkujiwo 2020

Kembali ke Posisi Masing-Masing

Berikut Lirik lagu nya:

Lirik
Enggan mati tapi susah hidupDari udara yang aku hirupLagi napasnya buang mukaKarena katanyaHidup tanpa harta butuh biaya
Ingin mati, tapi belum cukupBiaya untuk menutut ilmuSiapa yang akan merayakan pemakaman belalang sembahBerguna diriku di kehidupan
Ingin mati, tapi belum sanggupKarena tanah dijadikan modal hidupDijual bagai aset oleh yang tuaLalu kami harus tinggal di mana
Hanya membayangkan sebentar sajaKeras kudengarkan di telingaKembali ke posisi masing-masingTahu diri kau dalam bermimpi
Dan jika seluruh hidupkuDidedikasikan semuaTetap tak mampu berlantai kayuSeperti yang di istana
Dan jika seluruh tubuhku dijual seada-adanyaKutahu hanya dapat semingguIstirahat sementara
Hanya membayangkan sebentar sajaKeras kudengarkan di telingaKembali ke posisi masing-masing
Tahu diri kau dalam bermimpi
Tahu diri kau dalam bermimpiTahu apa kau tentang propertiHabis tabunganmu diminum kopiHabis peluangmu berinvestasi
Lu bakal diinjek generasiRuntuh rencanamu karena pandemi
Hanya membayangkan sebentar sajaKeras kudengarkan di telingaKembali ke posisi masing-masingTahu diri kau dalam bermimpi

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *